versi teks one piece chapter 772

January062015
☆ One Piece Chapter 772 “Cabbage &
Romeo”☆
• Scene masih diawali di sekitar Bukit bunga,
kali ini kita disajikan pertarungan antara
Legenda Koloseum Kyros melawan Pahlawan
Koloseum Diamante di Lantai 4 tepatnya
ladang bunga matahari.. Terakhir kali
diperlihatkan, tanah tempat mereka
bertarung berguncang karna Kekuatan
Diamante. Gempa bumi? Ya bisa disebut
begitu namun lebih jelasnya saat ini tanah
disana tengah berkibar-kibar
mengguncangkan semua benda diatasnya.
Salah satu kemampuan luar biasa dari Hira
Hira no mi! Kyros sendiri yang hanya memiliki
satu kaki untuk berpijak kesulitan bergerak
dalam posisi ini
“Uhahaha.. Bagaimana? Apa kau
menyukainya tanahnya? Berkibar-kibar di
bawah kakimu!” Ucap Diamante
“Kau pasti kesulitan untuk berdiri, kan Kata-
ashi no Hetai!”
Diamante mengingat kembali saat prajurit
mainan berkaki satu membawa Scarlet yg
ditembaknya dulu..
“hahaha.. Semuanya jadi jelas sekarang, jadi
kau adalah Suami Scarlet! Si mainan kecil jelek
yang menangis waktu itu. Dan juga Ayah
Rebecca! Ini luar biasa. Kau dan Aku.. Telah
terikat oleh Takdir, Kyros!!”
“Itu benar dan itulah alasan mengapa aku
disini”
Kyros menyerang diamante dgn Pedangnya
namun diamante menghadangnya dgn
mantel bajanya
“Ooootototo~ gerakan yang bagus untuk
seorang yang hanya memiliki satu kaki! Tapi
berhati-hatilah ! mantelku terbuat dari
baja..!”
→ Sedikit menjelaskan kembali, mantel
diamante memang terbuat dari bahan dasar
baja.. Namun bagaimana bisa terlihat seperti
biasa dan ringan dipakai karna Diamante
mengubah baja tersebut menjadi seperti kain
dgn hira hiranya.. Dan dia hanya perlu
menontaktifkan kekuatannya untuk merubah
mantel kain tersebut menjadi bentul asalnya
yaitu baja. Praktis!
Tak hanya untuk pertahanan tapi
kemampuan ini juga efektif untuk menyerang
“Vipera Glaive”
Diamante mengubah pedangnya jadi
berkibar. Membentuknya jadi seperti Ular
kemudian bergerak bak Ular yg akan
memangsa makanannya. Targetnya bukanlah
Kyros tetapi Rebecca yang tengah berdiri
polos dibelakang ayahnya itu
“Ah!” kejut Rebecca
Namun Kyros yang juga dijuluki 'Ikari no
Kaminari hei' tak membiarkan hal itu. Dengan
kecepatannya dia mampu bereaksi dan
menangkis pedang ular/Vipera Glaive
tersebut
“Otou-san! Aku juga akan bertarung!” Ucap
Rebecca
“Dari tadi dia sengaja mengincarku.. Kalau
begini terus aku hanya akan membebanimu
saja!”
“Itu benar! Bertarunglah! Jadi aku bisa
membunuh Rebecca dengan layak! Aku ingin
sekali melihat ekspresi wajahmu ketika kau
kehilangan istri dan anakmu!!” Ucap
Diamante
“Daijoubu! Biarkan aku melindungimu
Rebecca.. Atas nama Ibumu, Scarlet! Biarkan
aku menebus perbuatanku karna telah
membuatmu mengayunkan pedang. Aku
telah hidup sampai sekarang dengan
memikul rasa malu dan penyesalan. Saat ini
aku telah kembali ke wujud manusiaku, Jadi
aku takkan membiarkan Putriku untuk
mengayunkan pedangnya lagi” teriak Kyros
dengan lantangnya
Scene beralih ke bawah sedikit, tepatnya di
lantai 2. Bekas serangan Kiryuu Kirikugi Don
Sai terlihat lebih jelas sekarang. Lubang besar
yang seakan tak ada dasarnya! Kuburan bagi
Lao G? ataukah dia akan mati suri lagi xD Well,
bagaimanapun juga kemampuan baru Sai ini
patut di acungi jempol!
“Lao G-sama telah dikalahkan” komen Keroco
Zoro yang juga berada didekat sana sempat
menyaksikan momen tersebut. Dari atas dia
takjub melihat lubang dalam yang dibuat oleh
Sai ini
“Sungguh kekuatan penghancur yang luar
biasa.. Aku pernah mendengar nama itu
sebelumnya.. Happou Navy dari Ka no Kuni!
Aku akan mengingatnya. siapa yang tau apa
yang akan terjadi di masa mendatang nanti”
→ Ucapan Zoro semakin menegaskan
Opiniku sebelumnya bahwa suatu saat nanti
SHP akan berpetualang di Ka no Kuni! Sebuah
negri bunga yang mungkin dipenuhi dgn
cinta didalamnya mengingat bagaimana
Romantisnya Sai xD juga sebelumnya
disebutkan nama seorang petinggi yang bisa
saja jadi saingan cinta Baby 5? Who Knows!
Sebuah arc tentang konflik percintaan, it will
be Omoshire So ya, aku baru sadar jika
tertawa Sai berasal dari nama negerinya
"KaKaKaKa"
Back to the story, Sai menghampiri Chinjao
yang masih terkapar
“Jii-jii jangan mati!”
Ditengah ratapan Sai itu, Five malah
menghampirinya dgn mode jatuh cinta
“Sekarang kita punya dua Upacara untuk
dirayakan, ya kan Anata?”
“Upacara? Anata?” bentak Sai
→ Anata = panggilan sayang istri pada
suami.. meskipun tak tau pasti benar
nggaknya five bilang gitu tapi anggap saja
bilangnya gitu xD
Five memalingkan muka, dan berkata sendiri
dgn wajah memerahnya..
“satu untuk pernikahan dan yang satunya
untuk pemakaman”
2 upacara yg sama sekali tak terlintas di
benak sai, begitupun Chinjao yang langsung
bangun ketika mendengar kata pemakaman
“Siapa yang mati disini!!” teriak Kakek dan
Cucu ini
• Scene beralih lagi ke pertarungan lainnya,
naik ke atas sedikit dan sampailah di Lantai 3.
Disini ada Caven dan Gladius yang belum
terluka satu sama lain karna memang baru
mau mulai. Gladius mengambil langkah awal
untuk menyerang Caven.. Sama seperti
Diamante, Gladius pun memanfaatkan DF nya
dan melakukan sesuatu terhadap tanah
disekitarnya hingga tiba tiba..
“Sial! Masaka? Gladius-sama!” panik keroco
“Seluruh tanahnya mengembung!” Heran
Caven
Yaph jika Hira Hira yang membuat tanah
menjadi berkibar. Maka Pamu Pamu dapat
membuat tanah menjadi mengembung
“Kau tau apa yang akan terjadi selanjutnya?”
tanya Gladius
Caven mengingat kembali saat Gladius
melakukan sesuatu yg aneh pada tanahnya
“Jika kupikirkan kembali, waktu itu dia terus
terusan bersembunyi. Melakukan sesuatu
pada tanahnya..”
Tanah terus mengembung semakin besar
“Jadi dia memasang ini semua, ya!” Ucap
Caven yang menyadari
Para Keroco yang setia menonton disana pun
langsung panik melihat hal ini
“Arrggh! Kore wa Yabai! Nigerooo!!”
Tak hanya ada Caven disini, tapi Barto pun
juga ada yang sedang memasang Barrier
agar tak ada yg mengikuti Robin
“Oi, Bartolomeo! Tanahnya mengembung
semakin besar! Biarkan aku masuk kedalam
barriermu!”
“Yada..” Tolak Barto sambil ngupil
“Kalau aku melepasnya maka Robin-senpai
dan aku akan berada dalam bahaya
kemudian musuh juga akan bisa masuk”
“Ii kara, Cepatlah buka! Aku ini juga ada
dipihak kalian,kan!!” Bentak Caven
Tak hanya Caven yang dalam bahaya, para
Keroco pun ikut panik dgn apa yang akan
dilakukan Gladius ini
“Gladius-sama! Kalau begini terus kami juga
akan berada dalam bahaya!” Ucap Keroco
“Tenang saja! Lagipula kalian adalah prajurit
Elite, kan?” ucap Gladius
“Eehhh?” Panik Keroco
“Cepatlah Buka!” Pun Caven
Dan akhirnya Gladius pun bersiap dgn
Jurusnya untuk meletuskan tanah tanah
tersebut!
“PUNK ROCK FEST!!”
BOOM! Ledakan dahsyat terjadi! Para Keroco
terhempas. Letusan tanah terlihat seperti
Balon yang meletus
“Saraba da, Cavendish!” Ucap Gladius
Caven menghilang, Sementara Barto aman
dalam Barriernya. Keroco dan serpihan
batuan pun berdatangan menabrak
Barriernya
“Hmm, jika Kau Berada diluar, kau pasti
langsung terbunuh..”
Dan Plak! Ternyata Caven terlebih dahulu
diselamatkan Barto dan berada
disampingnya saat ini, Caven pun
melampiaskan amarahnya dgn menendang
wajah Barto..
“Kisama! Kalau kau mau memasukanku!
Cepat lakukan dari tadi.. Bikin jantungan
saja!”
“Nanda yo Teme? Begitukah caramu
berterimakasih pada orang yang telah
menyelematkanmu ” Bentak balik Barto
“Oi, aku berada diluar karna melindungimu!
Sekarang kita impas!” Bentak Caven lagi
“Mo ii, Serangannya telah berhenti! Cepatlah
keluarkan aku lagi!”
“Eeeh? Padahal aku sudah membiarkanmu
masuk, sekarang kau minta dikeluarkan lagi?
Yang benar saja, biarkan aku istirahat
sebentar, Konoyaro!” Bentak Barto lagi
“Baka ga omae! Setelah bertahan, kau
menyerang! Damn it!” balas Caven
“Baiklah, Tapi aku tak akan mengizinkanmu
masuk lagi!”
Akhirnya Barto pun mengeluarkan Caven
“Biarkan aku masuk ketika dalam bahaya!!
Dasar Pelit!”
Dan akhirnya debat duo ini pun selesai, Nasib
baik bagi Barto karna setelah hal
menjengkelkan itu dia melihat Robin yang
berada diatasnya.. Robin pake Rok! IYKWIM
“Oh Robin-Senpai! phew kelihatannya kau
baik baik saja” gumam Barto yang seakan
melihat bidadari yang sedang naik ke
khayangan
Yaph Robin berada diudara, namun bukan
terbang melainkan berlari! Eh? Sky walk?
Bukan, tapi Robin memanfaatkan asap
letusan tadi untuk menumbuhkan kloningan
kakikanya yang dia susun menyerupai tangga
“Rebecca.. Kuharap dia baik baik saja! Tempat
diatas sana adalah arena para monster.. Tapi
aku malah membiarkannya pergi sendirian..
Sumanai” batin Robin
Dengan kacamata teropongnya Gladius
mampu ngintip xD eh mengamati gerak gerik
Robin
“Apa yang coba dia lakukan diatas sana.. Dia
adalah wanita yang cerdas, Nico Robin no
yatsu!”
“Aku takkan membiarkanmu mengganggu
para Saiko Kanbu lagi!”
Gladius pun bersiap menyerang..
“CATAPULT PUNK”
Sebuah serangan tembakan peluru dari
tangan modifikasinya
Namun Barto langsung bertindak untuk
mencegahnya
“BARRIER ABILITY.. RACKET”
Segumpal Barrier menjalar ke atas kemudian
membentuk Raket dan menghadang laju
bola/peluru tadi
“Aitsu..! Dia berhasil selamat karna
Barriernya” ucap Gladius
“Hehahaha!” Tawa Barto
“Tori-kun!!”
“Arigatou!” Batin Robin sambil memberikan
kedipan manis untuk si Ayam Ijo ini
Mendapat kedipan dari seseorang yang
dikaguminya apalagi seorang wanita, sontak
membuat Jantung Barto hampir copot.
Kagetnya setengah mati! Sampai sampai
mode fighting Bull nya aktif lagi xD
“Dia.. Berkedip padaku!” batinnya
“Aku tak pantas mendapatkannya! Tunggu
apa itu artinya.. "Kerja bagus Tori-kun..
Kuizinkan kau jadi budakku !?" Iie iie, kau
ke-GR-an Bartolomeo! Tahu malu sedikit!
Demo Hontou.. saat ini aku benar benar
merasa Kimochii”
→ biar greget
Sementara itu Caven membuat serangan
kejutan pada Gladius
“Cavendish!” kaget Gladius
“Kau juga berada dalam barrier,kah!”
“Zannen datta na! Gladius” Serang Caven dgn
teknik Pedang cantiknya
Namun Gladius sendiri masih sanggup
mengeluarkan sebuah teknik pertahanan
“BLACKIUM”
Caven tak goyah dan terus melanjutkan
serangan
“BIKEN.. BLUE”
“Gladius-sama!! ” teriak para keroco
Belum sempat bentrokan terjadi.. Barto
mengeluarkan aura raksasa dan membabi
buta dgn Barrier nya
“BARRIER.. BULLS!”
Karna gejolak hatinya yang sedang bergebu
gebu, Barto tak dapat mengontrol
kekuatannya dan berakhir dgn menghancur
leburkan yang ada disana. Barto
menggunakan Barriernya bak Banteng yang
menyeruduk mangsanya
“Arrghh”
“Barriernya menuju ke arah kita” panik
Keroco
“Bartolomeo” Ucap Caven dan Gladius
“Robin-senpai, kedipanmu tadi mampu
membuat pria manapun berkorban nyawa
untukmu” batin Barto
“Yamero, Bartolomeo! Aku masih ada disini!!
” bentak Caven
“Suman, Cabbage! Tapi aku memiliki alasan
untuk tak berhenti!” ucap Barto
“Apa Alasannya?” tanya Caven
“Saat ini rasanya hatiku sedang berbunga
bunga!” Jawab Barto
“Siapa yang peduli!” bentak Caven
“Bicara apa kau ini, cepat hentikan!”
Sementara Barto dan Caven sibuk berdebat
lagi, Gladius tak sengaja melihat Dellinger dri
kejauhan. Dengan menggunakan alat
komunikasi mereka pun bicara satu sama lain
“Dellinger! kau masih belum selesai dengan
lantai 2?” ucap Gladius
“Apa yang sedang kau lakukan, Gladius? Aku
sudah selesai disini” sahut Dell
“kemarilah dan jagalah lantai 3! Nico Robin
sedang menuju ke atas sana. Aku sibuk
menangani ke-2 orang bodoh ini”
“Kyaa.. Ryokai!” sahut Dell
“Omoshiro sou ja!”
Boom! Dibelakang Dell tiba tiba terdengar
ledakan. Ideo muncul dan menggunakan
lengan panjangnya untuk menangkap Dell
“Kyaa!” gumam Dell
“Dakara.. *haa* .. jangan melihat ke arah
lain!” Ucap Ideo terengah engah
“Ho, kalian suku lengan panjang memang
keras kepala! Hmm, sekarang aku jadi
kepikiran. Bagian tulang lenganmu itu benar
benar aneh!”
Yuph, lengan Ideo memang terlihat seperti
memanjang layaknya Luffy, tapi mungkin itu
hanya karna kelenturan tulangnya saja
“perutmu sudah berlubang. Jadi cepatlah
mati! Sang Juara!” ucap Dell
“Sore wa Dekinai! Tugas dan kemanusian
adalah yang membentuk dunia manusia! Aku
tak bisa bertemu dengan mereka yang sudah
mendahuluiku dalam keadaan seperti ini..”
“Kya~ ini bukan kau yang biasanya!”
Dellinger menyiapkan serangan kakiknya dan
menendang nendang Ideo terus menerus
“Aku bisa saja membiarkanmu hidup kalau
kau pura pura mati! Terlebih Apa yang bisa
kau lakukan dalam kondisimu sekarang ini!”
ucap Dell
“Paling tidak, bisa mengulur waktu yang
cukup bagi Mugiwara untuk mengalahkan
Doflamingo! Akan kupastikan kau takkan bisa
mengganggu! *Uhuk*”
“Kami melakukan ini bersama, karna dalam
dunia ini.. Kemenangan tidak bisa didapatkan
seorang diri, Kozou” Jelas Ideo dengan
Intimidasinya
“Kemenangan dengan setumpuk
pengorbanan,ka? Kyahaha itulah yang biasa
dilakukan pengecut” ucap Dellinger
Sama seperti Lao G yang mampu membuat
dirinya menjadi besor.. Dellinger pun mampu
berubah ke bentuk ikan petarungnya dgn
gigi yang sangat tajam
“Kemanusian tak dibutuhkan untuk menjadi
kuat!!”
Dell pun menggigit Ideo sampai membuatnya
tak sadarkan diri dan kemudian dia
menendangnya ke bawah
“Aku juga bukan manusia biasa sepertimu!
Seharusnya kau jangan meremehkan
keturunan bangsa ikan petarung!”
Setelah menumbangkan Ideo, Dell pun pergi
ke lantai 3 untuk membantu Gladius
“Gladius, aku disini! Kau dimana?”
“Dellinger, Tetaplah disana! Disini berbahaya!
Ada seorang musuh yang tangguh!”
Para Keroco terlihat berjatuhan
“Kyaa~ ini bukan seperti kau yang biasanya,
Gladius! Tak ada seorang pun yang dapat
mengalahkan kita saat bersama!”
Tiba tiba saja sebuah bayangan hitam muncul
dan dalam sekejap mata.. Dell tumbang
terkena sabetan pedang. Kejadian sama yg
menimpa para petarung unggulan di Blok D,
siapa lagi kalau bukan Hakuba! Si Sosok lain
Cavendish! ulah Barto yang mengamuk tadi
telah membangunkan monster yang satu ini.
Seorang Eksekutif langsung tumbang hanya
dgn satu tebasannya!
“Dellinger” gumam Gladius
Dia tersenyum dan terus menyerang yang
masih berdiri disekitar sana. Bergerak kesana
kemari dalam sekejap mata Barto beruntung
berada dalam Barrier namun tetap saja dia
merasa takut dan kebingungan dgn ada apa
yang sebenarnya terjadi dihadapannya ini
“Apa yang terjadi? Ada orang yang benar
benar menyeramkan diluar Barrier!!”
Chapter kali ini pun masih sama seperti
sebelumnya dimana membahas tentang
pertarungan side character untuk mengakhiri
beberapa pertempuran hingga akhirnya
difokuskan ke panggung utama.. Setelah
Hajrudin dalam Chapter 770 (Tombak Elbaf)
kemudian disusul Sai di chapter 771 (Happou
Navy Don Sai) dan sekarang langsung dua
sekaligus Caven & Barto (Cabbage & Romeo)
Duo pendatang baru yang tak henti hentinya
bikin ketawa. Mereka ini memiliki
ketidakcocokan satu sama lain (tak perlu
disebutkan) namun mereka juga bisa
menjadi team hebat dalam pertarungan!
Why? Kekuatan terbesar Caven adalah Hakuba
tapi resikonya pertahanan Caven akan
menjadi 0 % ketika Hakuba tertidur lagi.
Sementara Kelebihan Barto sendiri adalah
pertahan lapis baja yang luar biasa.

sumber:
Versi Teks Manga Bahasa Indonesia

versi teks one piece chapter 771

January062015
Versi Teks One Piece Chapter 771 Telah dibaca : 180 kali "Whoaa!!" Zoro melompat, menghindari tusukan duri batu raksasa yang secara terus menerus dikeluarkan oleh Pika. Sampai kemudian, seseorang muncul dari belakang Zoro dan berkata, "Kami akan membantumu, pemburu bajak laut!!" Orang itu adalah raja Elizabelo. Ia datang dan siap memberi Zoro bantuan. "Pukulan rajaku adalah senjata pamungkas yang hanya bisa digunakan setelah satu jam. Apa kau sudah mengetahui kekuatan manusia batu itu!?" "Oh,... [Baca selengkapnya]

Pokemon RED version

April302014
ThumbnailAssalamu'alaikum.wr.wb selamat malam para blogger ... Udah lama gak post di blog sederhana ini ... malam ini saya mau post game dari POKEMON, nah yang ini adalah POKEMON RED VERSION ... Sinopsis : dunia pokemon sedang dalam masalah, banyak pokemon digunakan untuk kegiatan jahat. Profesor Oak adalah salah satu peneliti pokemon yang akan memberimu pokemon starter, ada 3 tipe pokemon, yaitu : 1.)charmander:... [Baca selengkapnya]

versi teks one piece chapter 736

March062014
ThumbnailOne Piece Chapter 736 “Petugas Eksekutif Diamante” ~» Insert Text : Colosseum sudah mencapai puncaknya • Scene diawali di Arena Pertandingan Final Colosseum Corida, kelima petarung terlihat sudah stand by disana. “Pertandingan Final akan segera dimulai ! mereka semua sudah berada disini, ke empat para pemenang ditambah dengan tuan Diamante!” Di buka degan teriakan keras sang komentator • Penonton pun mulai bersorak kegirangan “Mati kau! Rebecca” Teriak para haters Rebecca “Diamante-sama ” Teriak histeris fans Diamante “Wiiihahahaha!”... [Baca selengkapnya]
 
Kembali ke Atas